Proposal Pengembangan Kelompok Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Wuryantoro – Wonogiri – Jateng

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Saat ini kebutuhan daging nasional masih harus di support oleh daging import. Bahkan ada kecenderungan volume impor terus gambar kandang sapimeningkat secara otomatis akan menguras devisa negara sangat besar. Bila kondisi ini tidak diwaspadai, hal ini dapat menyebabkan kemandirian dan kedaulatan pangan hewani khususnya daging sapi semakin jauh dari harapan, yang pada akhirnya berpotensi masuk ke dalam food drop negara eksportir.

Pengembangan usaha ternak sapi potong cukup mampu memberikan manfaat ekonomi bagi peternak tradisional. Sapi biasanya diternakkan oleh para petani di desa-desa secara tradisional, seperti yang dilakukan di beberapa kecamatan di kabupaten Wonogiri. Sebagian masyarakat hidup dari lahan pertanian dan bekerja di bidang pertanian memilik ternak sapi dan kerbau yang dijadikan sebagai usaha sampingan karena hasilnya sangat menunjang kebutuhan ekonomi mereka.

Dari latar belakang diatas, maka dari beberapa kelompok ternak sapi berupaya mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut, di samping untuk mencukupi kebutuhan anggota di tiap-tiap kelompok juga bermanfaat untuk masyarakat dalam skala yang lebih luas.

A.  TUJUAN

Tujuan dari pengembangan usaha kelompokternak sapi tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Mengembangkan usaha ternak sapi yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan kuantitas.
  2. Meningkatkan sistem pemeliharaan ternak sapi secara profesional.
  3. Meningkatkan kemampu
    an anggota kelompok ternak dalam mengembangkan tekonologi pengelolaan ternak secara terpadu, untuk mendapatkan nilai tambah keunggulan daya saing.
  4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota kelompok.
  5. Menciptakan lapangan kerja baru bagi anggota kelompok dan keluarganya.
  6. Diberikannya bantuan modal usaha untuk pengadaan bibit, biaya pembuatan kandang dan lainnya kepada anggota kelompok.
  7. Dapat dijadikan contoh bagi kelompok di kecamatan yang lain.

B.  SASARAN

  1. Mengurangi ketergantungan petani ternak hanya pada usaha pertanian lahan saja.
  2. Memanfaatkan limbah tanaman untuk makanan ternak dan penanaman pakan ternak dengan cara tumpang sari pada lahan-lahan pertanian yang ada.
  3. Meningkatnya produksi daging sapi yang berkualitas.
  4. Dapat memproduksi hasil yang berkaitan lainnya seperti : pupuk kompos, biogas, daging olahan dan lain-lain.
  5. Meningkatkan harga jual ternak sapi.

C.  LOKASI USAHA

Lokasi usaha ini adalah di Kedung lumbu, Sumberrejo, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.

 

BAB II

POTENSI WILAYAH DAN FAKTOR PENDUKUNG KEBERHASILAN USAHA

Kabupaten Wonogiri merupakan daerah yang potensial dan cukup ideal untuk pengembangan usaha ternak sapi potong ini, karena didukung oleh beberapa faktor yang antara lain adalah :

  1. Daya dukung Wilayah

Kondisi wilayah yang memaddai, keadaan iklim basah, dengan total curah hujan yang cukup. Sebagian besar Kabupaten Wonogiri merupakan kawasan pertanian, dimana limbah terutama padi sangat mendukung kebutuhan pakan bagi ternak sapi. Sementara itu limbah air yang ada dapat mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat sepanjang tahun.

Usaha pertanian padi sawah merupakan pekerjaan pokok bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Wonogiri. Selain itu, untuk menambah pendapatan rumah tangganya, petani juga memelihara ternak sapi dan kambing. Atau dengan kata lain etos kerja petani di Wonogiri cukup tinggi sehingga berpotensi untuk terus di motivasi agar produktivitas usahanya terus mengalami peningkatan.

2. Daya dukung Sumber Daya Ternak

Sejak dulu sebagian besar petani di Kabupaten Wonogiri sudah terbiasa memelihara sapi atau lembu, sehingga sapi lokal Kabupaten Wonogiri sudah sesuai dengan kondisi agro ekosistem di Wonogiri. Dalam rangka pengadaan bibit atau sapi bakalan selama ini tidak kesulitan karena ketersediaan bibit masih terbilang mudah di dapat dan mencukupi. Namun karena tuntutan kebutuhan pemenuhan swasembada daging sapi terus meningkat maka produktivitasnya tetap harus ditingkatkan.

3. Daya dukung Sumber Daya Manusia

Secara tradisional ternak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan petani. Perilaku seperti ini tidak lepas dari tujuan memelihara sapi yaitu sebagai tambahan sumber penghasilan. Seperti untuk biaya sekolah anak-anak mereka dan sebagai sumber setengah tahunan serta alasan lain untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari. Sebagian besar petani memelihara ternak sapi dengan baik dan kepemilikannya rata-rata berkisar 2 s/d 3 ekor.

4. Permintaan Pasar

Pasar untuk sapi sangat baik, permintaan dari konsumen lokal maupun antar pulau terus meningkat. Sebagian besar ternak sapi dijual ke beberapa daerah di luar daerah.

 

BAB III

ANALISA PENGEMBANGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG

1. RENCANA USAHA  KELOMPOK (RUK)

Usaha penggemukan sapi potong dilakukan  oleh beberapa kelompok  dalam  tiap – tiap kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Tiap kelompok masing – masing anggota akan memelihara sapi . Dengan lama masa penggemukan adalah 4 – 6 bulan. Adapun rencana anggaran biaya penggemukan sapi di Kecamatan Wuryantoro adalah sebagai  berikut:

  1. Rencana Anggaran Belanja untuk PROGRAM TERNAK SAPI POTONG disajikan dalam BAB V
  2. Analisa mengenai Anggaran tersebut telah disesuaikan dengan kondisi daerah.
  3. Akan terus dilakukan komunikasi antar anggota didalam  kelompok sehingga kendala – kendala yang muncul bisa dipecahkan secara bersama-sama.

2. POLA PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PETERNAKAN

Berdasarkan program kerja, Pengembangan Usaha Ternak Sapi akan dilaksanakan secepatnya setelah mendapatkan dana dari pihak pendana. Dengan terealisasinya dana diharapkan kelompok ternak tersebut  dapat mengembangkan usahanya untuk meningkatkan pendapatan organisasi kelompok ternak serta memenuhi kesejahteraan anggotanya.

3. Konsep Kemitraan Terpadu

Pengembangan ternak sapi dilakukan oleh kelompok – kelompok tani beserta PRIMKOPDAGRI PROP JAWA TENGAH yang berhubungan dengan proyek ini, dalam merealisasikan operasionalnya di lapangan dengan menggunakan sistem kemitraan terpadu dengan anggota kelompok ternak dengan mengutamakan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi kenaikan berat badan sapi. Sehingga dapat dijelaksan bahwa Stakeholder yang terkait disini  adalah :

  1. Kelompok Ternak
  2. Peternak sebagai anggota Kelompok Ternak
  3. Mitra kerja Kelompok ternak sejenisnya
  4. PRIMKOPDAGRI Propinsi Jawa Tengah.
  5. Pedagang Sapi atau bisa juga dengan Pengusaha daging segar (RPH).

Pelaksanaan pola kemitraan dalam pengembangan usaha ternak sapi potong di  di dalam kelompok  ternak adalah:

  1. Pemeliharaan sapi potong dilakukan secara berkelompok  atau secara mandiri oleh masing masing petani ternak.
  2. Antar pedamping kelompok tani dan peternak memiliki kesamaan visi dan misi tujuan dalam mengembangkan usaha peternakan ini dan saling menguntungkan semua pihak.
  3. Dibuat perjanjian kerja sama antara kelompok ternak dan peternak yang akan memperoleh bantuan yang berorientasi bisnis yang dijadikan pedoman bersama.
  4. Adanya Koordinasi yang intensif dengan semua pihak yang berkaitan dengan proyek pengembangan usaha ternak sapi potong tersebut.
  5. Adanya bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Kelompok ternak dengan PRIMKOPDAGRI Jawa Tengah.

Untuk pola kemitraan ini dapat berhasil dengan baik diperlukan beberapa persyaratan sebagai berikut:

  1. Masing-masing pihak pelaku usaha, bertindak sesuai kewajiban dan hak masing-masing dan diatur dalam perjanjian kerjasama yang saling mengikat kedua belah pihak.
  2. Pengelolaan usaha dilakukan secara profesional yang berorientasi pada effisiensi biaya dan optimalisasi usaha.
  3. Skala usaha minimal bagi peternak 5 ekor/peternak.

ASPEK PRODUKSI

Untuk mencapai tujuan kegiatan ini, maka pendamping  di tiap tiap kelompok ternak akan bekerja sama dengan anggota dalam pola kemitraan dengan menerapkan pola produksi ternak sapi potong secara intensif. Aspek produksi peternakan sapi potong yang hendak dibahas dalam bab ini terdiri dari aspek-aspek sebagai berikut :

  • Teknik penggemukan.
  • Manajemen pakan.
  • Pemilihan sapi bakalan.
  • Umur penggemukan.
  • Pemeliharaan kesehatan
  • Keunggulan usaha penggemukan ternak sapi potong.
  1. Teknik penggemukan

Sistem Penggemukan

Penggemukan dengan sistem dry lot fattening merupakan salah satu cara yang mengutamakan pemberian pakan biji-bijian seperti konsentrat, bekatul, singkong, ampas bio dan sebagainya, sedangkan pakan hijauan diberikan dalam jumlah terbatas. Penggemukan dilaksanakan sapi berada di kandang terus menerus tidak digembalakan atau dipekerjakan diberi pakan sesuai ketentuan dan mudah dikontrol kondisi kesehatannya. Cara ini akan menghasilkan mutu daging yang berkualitas, biaya perawatan murah, karena 1 orang mampu merawat sapi + 20 ekor, dan selain effsisien juga ramah lingkungan.

Perkandangan

Dengan sistem dry lot fattening kandang  sapi dibuat terpisah untuk masing – masing anggota dalam kelompok atau dibuat  secara berkelompok,  yang disesuaikan berdasarkan kondisi . Setiap kelompok terdiri dari jumlah sapi 5 ekor. Luasan kandang per ekor sapi memerlukan kandangan  4,5 m2.

Konstruksi kandang dibuat permanen dengan lantai kandang diplester dengan posisi miring supaya kotoran, air kencing tidak bercampur dengan tanah dan mudah untuk dibersihkan. Agar kandang tidak becek maka alas kandang diberikan serbuk gergaji kayu, sehingga kotoran tidak menempel di badan sapi.

Kandang dibuat dengan ventilasi cukup, kandang di lengkapi tempat pakan kering, hijauan dan tempat air minum.

Kotoran sapi dibersihkan setiap 4 – 5 hari sekali, dan kotoran dikeluarkan ke tempat yang sudah disiapkan untuk langsung diproses menjadi biogas atau  pupuk kompos.

Kandang dibuat berdekatan dengan rumah peternak untuk memudahkan pengawasan, pemantauan kesehatan, tata laksana, keamanan khususnya di malam hari.

  1. Manajemen pakan

Penyediaan Pakan

Pakan dapat diambil dari alam atau dengan melakukan penanaman dengan menggunakan teknologi Sistem Tiga Strata (3S) yaitu :

  • Strata I: dengan menanam rumput-rumputan ( Rumput Setaria, Rumput Raja, Rumput Gajah dan lain-lain, dan legume merambat/legume herba (Arachis, Centro, Clitoria dan lain lain). Digunakan untuk penyediaan pakan musim hujan (Desember – Mei).
  • Strata II : dengan menanam hijauan semak atau pohon kecil seperti Gamal, Lamtoro, Turi, Banten, Kelor dan lain-lain. Digunakan untuk pakan di musim pertengahan (Juni – September).
  • Strata III: dengan menanam hijauan pohon seperti Nangka, Waru, Beringin dan lain-lain. Digunakan pada puncak musim kemarau (Oktober-November).
  • Selain itu penyediaan pakan dapat memanfaatkan limbah pertanian (Jerami, kulit kacang-kacangan dll), limbah industri (dedak padi, ampas tahu, bungkil kelapa dan lain-lain), serta melalui teknologi pengawetan dalam bentuk kering (Hay) dan bentuk segar (Silase).
  • Penyediaan pakan bisa juga dengan system fermentasi dimana pakan dengan sytem ini pakan bisa bertahan hingga 1 tahun. Sehingga di musim kering petani ternak tidak akan kesulitan dalam memberikan pakan.
  • Pakan penguat seperti dedak padi, ampas tahu dan jagung dapat diperoleh melalui penggilingan padi dan pabrik-pabrik tahu yang ada, atau dapat dibeli di pasar.

Kebutuhan Kandungan Protein Kasar (PK)

Kandungan Protein Kasar (PK) Pakan untuk sapi yang digemukkan sekitar 10 % dari komposisi pakan, dan Energi sekitar 50% dari Bahan Kering pakan. Pakan sapi yang intensif adalah pemberian pakan penguat secara penuh. Setiap 45 kg berat sapi hidup diberikan pakan penguat 1 kg per hari. Kebutuhan pakan/ransum terdiri dari bahan kering (BK) dan energi yang dapat dicerna (TDN) dengan perhitungan sbb.:

  • Bahan kering (BK) sebanyak 2,50% X berat badan
  • TDN dibutuhkan 66% – 70% X bahan kering (BK).
  • Pakan tambahan bahan tambahan seperti premix, mineral, vitamin, starch, bisa diberikan dengan masing-masing dosis 0,5% – 1% dari berat pakan penguat sehingga dengan komposisi pakan tersebut diatas diharapkan mempu menaikkan berat badan sapi 100 kg – 150 kg dalam waktu 180 hari masa penggemukan atau sampai 6 bulan.
  • PemberianMacamnya (rumput- rumputan, daunan, kacang-kacangan, konsentrat, pakan tambahan/suplemen,probiotik )
  • Kandungan Protein pakan sekitar 10%, diperoleh dari Hijauan (Gamal,Rumput Gajah,dll ), makanan Penguat seperti dedak,ampas tahu,dan lain-lain.
  • Jumlahnya (Hijauan minimal 10 – 15 % dari Berat Badan (BB) + Pakan penguat 1-2% BB + Pakan Tambahan/probiotik
  • Pemberian pakan penguat/konsentrat (seperti Dedak padi, Ampas tahu, bungkil kelapa dan lain-lain) sekitar 1 – 2 % dari BB kg/ekor/hari. Bisa juga dilakukan.
  • Pemberian pakan pelengkap 0,5-1% dari BB (probiotik, sumber mineral/Urea Molases Blok/Urea Mineral Molases Blok).
  1. Pemilihan Sapi Bakalan

Sapi bakalan penggemukan dipilih yang mudah beradaptasi terhadap lingkungan kandang, sapi yang dipilih pada kondisi kurus dan sehat, jenis kelamin jantan dan tidak cacat.

Untuk pilihan jenis sapi lokal  mudah di peroleh di peternak rakyat di daerah Kabupaten Wonogiri.

Keseragaman sapi :

  1. Sapi yang dipelihara diupayakan seragam sehingga akan mempermudah  dalam  tata laksana, faktor keseragaman harus menjadi pertimbangan dalam mempersiapkan bakalan sapi .
  2. Untuk mengetahui umur sapi dapat menggunakan metode pendekatan, dengan melihat pergantian gigi  pada sapi :
  • Sapi yang memiliki gigi susu semua pada rahang bawah, mempunyai usia sekitar 1 tahun
  • Sapi yang memiliki gigi tetap sepasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 1-1,5 tahun
  • Sapi yang memiliki gigi tetap dua pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 2-2,5 tahun
  • Sapi yang memiliki gigi tetap tiga pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 3-3,5 tahun
  • Sapi yang memiliki gigi tetap empat pasang pada rahang bawah mempunyai usia sekitar 4 tahun
  • Sapi yang memiliki gigi tetap sudah aus semua pada rahang bawah mempunyai usia diatas 4 tahun.
  1. Umur Penggemukan
  • Sapi umur < 1 tahun waktu penggemukan 8 – 12 bulan.
  • Sapi umur > 1 th – 2 th. Waktu penggemukan 6 – 7 bulan.
  • Sapi umur > 2 th. – 2,5 th waktu penggemukan 3 – 4 bulan.
  1. Pemeliharaan Kesehatan

Diduga bahwa hampir semua bibit/bakalan yang diperoleh dari peternak tradisional sudah terserang penyakit cacingan. Oleh karenanya pada awal penggemukan agar sapi bakalan diberikan obat cacing, kemudian diulang kembali setiap 3 – 4 bulan.

Pemberian vitamin setiap tiga bulan atau sesuai keperluan misalnya pada saat pergantian musim.

Kandang dibersihkan setiap hari, tidak becek, tidak ada genangan air.

Ternak dimandikan sambil badannya digosok-gosok.

  1. Keunggulan Usaha Penggemukan Sapi

Investasi untuk usaha penggemukan sapi potong dilaksanakan dengan waktu singkat.

Dengan sistem dry lot fattening memudahkan dalam monitor dan kontrol peternakan secara langsung. Sehingga dapat diketahui berapa jumlah dan keberadaan sapi dikandang maupun cara pemeliharaan sapi sesuai ketentuan yang telah disepakati.

Kontrol kesehatan sapi yang teratur sangat membantu pemenuhan  standar kelayakan usaha peternakan sapi potong tersebut.

ASPEK PEMASARAN

Usaha tani ternak sapi mempunyai peluang untuk memasarkan dua jenis produk:

  • Ternak sapi gemuk yang berat badannya bisa mencapai 320 kg.
  • Pupuk kompos, sebagai hasil tambahan.

Peluang pasar untuk ternak sapi cukup besar.

Karena permintaan ternak sapi sebenarnya melebihi jumlah ternak sapi yang siap jual dengan harga yang cukup tinggi. Walaupun harga jual sapi hidup siap potong tidak jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pokok penggemukan sapi, tetapi masih memberikan peluang kepada petani ternak sapi untuk memperoleh laba. Resiko kematian sapi di daerah Kabupaten Wonogiri  relatif kecil, karena petani ternak sapi di sini sudah mempunyai keterampilan memelihara ternak sapi sejak jaman dulu. Disamping itu, peluang pasar untuk menjual pupuk kompos juga cukup tinggi. Sebagian besar penduduk Kabupaten Wonogiri dan daerah sekitarnya adalah petani tanaman pangan, yaitu padi sawah, dan palawija, serta tanaman perkebunan yang sangat membutuhkan pupuk organik.

Dilihat dari segi permintaan dan penawaran ternak sapi, peluang pasar sapi untuk Kabupaten Wonogiri umumnya cukup tinggi. Dasamping tingkat konsumsi protein hewani asal daging sapi yang semakin tinggi, hadirnya hotel-hotel dan resto – resto di Kabupaten Wonogiri  juga mengisyaratkan akan tingginya kebutuhan daging asal sapi untuk kebutuhan tamu-tamunya.

Dilihat dari segi harga pasar, peluang pasar ternak sapi potong juga tinggi. Jika dihitung secara global harga per ekor ternak sapi potong bakalan (sapi yang berumur sekitar 1 – 2 tahun) rata-rata Rp. 15.000.000,- per ekor. Sedangkan harga per ekor sapi setelah 180 hari masa penggemukan berkisar Rp. 20.000.000,- per ekor. Setelah dikurangi biaya penggemukan, maka setiap masa penggemukan peternak sapi potong dapat meraih laba sekitar 30 % lebih.

Pupuk Kompos

Sebagian besar penduduk di Kabupaten Wonogiri  hidup dan bekerja di sektor pertanian. Hal ini sedikit banyak menunjukkan bahwa kebutuhan akan pupuk kompos cukup besar. Berdasarkan  data-data yang dipasaran, harga jual pupuk organik dari peternak sapi sekitar rata-rata Rp. 500,- per kg., sedangkan harga pokok produksi Rp. 394,- per kg. Setiap ekor sapi setiap hari dapat menghasilkan (diperkirakan/rata-rata) sekitar 60% X 15 kg. pupuk kompos. Jadi untuk 10 ekor sapi akan dapat dihasilkan 10 ekor X 180 hari X (60% X 15 kg.) = 16.200 kg. pupuk kompos. Pupuk ini bisa digunakan sendiri atau dijual sebagai hasil tambahan.

PERKIRAAN LABA-RUGI

Dana bantuan yang diberikan di distribusikan oleh masing – masing kelompok kepada anggotanya berjumlah 5 – 10 ekor. Dengan estimasi keuntungan Bruto dari penjualan sapi per ekor sekitar Rp. 5.000.000,- selama 4  bulan.  Disamping itu peternak juga berkesempatan menjual pupuk kompos 8 ton  sampai 16 ton setiap 6 bulan, atau satu kali masa penggemukan. Rata-rata keuntungan yang diperoleh dari penjualan pupuk kompos adalah  Rp. 143.100,- s/d Rp.286.000,- per bulan.

 

BAB IV

ANALISA KELAYAKAN DAN MANAJEMEN CASH FLOW

USAHA PENGGEMUKAN  SAPI

  1. ANALISA KELAYAKAN USAHA

Suatu jenis usaha dalam hal ini akan dinilai apakah pantas atau layak dilaksanakan didasarkan kepada beberapa kriteria tertentu.  Layak bagi suatu usaha  artinya  menguntungkan dari berbagai aspek yaitu kelayakan dari aspek pasar, ekonomi dan financial, teknis, budaya dan mentalitas, serta aspek yuridis.

Aspek pasar

Dilihat dari segi permintaan dan penawaran ternak sapi, peluang pasar sapi untuk di Kabupaten Wonogiri  umumnya cukup tinggi. Dasamping tingkat konsumsi protein hewani asal daging sapi yang semakin tinggi, hadirnya hotel-hotel serta resto – resto di Kabupaten Wonogiri  sebagai daerah pariwisata juga mengisyaratkan akan tingginya kebutuhan daging asal sapi untuk kebutuhan tamu-tamunya.

Aspek teknis

Kemampuan peternak di Kabupaten Wonogiri pada umumnya, dalam memelihara ternak sapi dinilai cukup baik dengan pengalaman beternak yang sudah turun temurun  dengan penguasaan teknologi yang potensial untuk diberdayakan. Ketersediaan teknologi penunjang usaha beternak mudah diperoleh melalui media informasi dan pelatihan teknis yang sering diberikan oleh pemerintah daerah, LSM maupun kelompok peternak maju.

Aspek  budaya dan mentalitas

Faktor adat dan kebiasaan yang telah lama berlaku di Kabupaten Wongiri  yakni budaya gotong royong, saling menghargai, motivasi petani yang cukup tinggi untuk lebih berkembang, serta memiliki etos kerja yang tinggi.

Aspek yuridis

Dukungan  dari pihak – pihak terkait dan pemerintah Kabupaten Kabupaten Wonogiri  dalam membantu meningkatkan produktivitas usaha peternakan juga  sangat baik, dengan intensifnya program penyuluhan, serta sangat menghendaki usaha beternak dengan intensif.

Aspek ekonomi dan financial

Analisis kelayakan usaha penting dilakukan oleh kelompok ternak guna menghindari kerugian dan untuk pengembangan serta kelangsungan usaha. Secara finansial kelayakan usaha dapat dianalisis dengan menggunakan beberapa indikator pendekatan atau alat analisis, seperti menggunakan Titik Pulang Pokok (Break Event Point/ BEP), Revenue-Cost ratio (R/C ratio), Benefit-Cost ratio (B/C ratio), Payback Period, Retur of Investment, dll.

Pada usaha skala kecil (mikro) disarankan paling tidak menggunakan BEP dan R/C ratio atau B/C ratio sebagai alat analisis kelayakan agribisnis.

2. ALIRAN KAS ( Cash Flow )

Aliran kas akan menyediakan informasi selama periode penggemukan. Seperti satu bulan, satu musim tanam, satu tahun Aliran Kas ini yang dipakai sebagai dasar analisa dan perhitungan rugi laba dalam usaha peternakan ini. Dimana menejemen keuangan dikelola secara bersama – sama dalam kelompok. Sehingga Evaluasi terhadap perkembangan – perkembangan yang terjadi bisa dilakukan dengan mudah. Disamping itu kendala – kendala yang muncul bisa dipecahkan secara bersama – sama.

 

BAB V

RENCANA ANGGARAN BIAYA

 RAB dihitung berdasarkan kebutuhan yang diperlukan oleh petani ternak dalam menjalankan usaha penggemukan sapi.

Jumlah total anggota adalah 15   orang petani ternak.

Secara garis besar Penghitungan RAB untuk satu orang peternak sapi di Kecamatan Wuryantoro disajikan dalam Tabel dibawah ini :

  1. TOTAL ANGGARAN PER ANGGOTA

TOTAL  ANGGARAN UNTUK SATU ORANG PETANI TERNAK

NO

URAIAN

VOL

harga Satuan

JUMLAH

1

Pengadaan Kandang

1

 Rp.           20.857.880,00

 Rp      20.857.880,00

2

Pengadaan Bakalan Sapi

5

 Rp.           15.000.000,00

 Rp      75.000.000,00

3

Unit Pengolahan Limbah ( BIO GAS )

1

 Rp.           15.395.000,00

 Rp      15.395.000,00

4

Pengadaan Pakan Tambahan

1

 Rp.           12.900.000,00

 Rp      12.900.000,00

TOTAL ANGGARAN PER ORANG

Rp    130.152.880,00

  1. SARANA PEMASARAN

SARANA PEMASARAN

NO

URAIAN

VOL

SAT

HARGA SATUAN

JUMLAH

1

 

MITSUBISHI L 300                              (  UNTUK 1 KELOMPOK )

1

 

UNIT

 

 Rp   5.000.000,00

 

Rp    165.000.000,00

 

 

JUMLAH TOTAL

Rp    165.000.000,00

  1. Rekapitulasi Biaya untuk Seluruh Petani Ternak di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri disajikan dalam tabel berikut :

NO

URAIAN

ANGGARAN/Anggota

Jmlh Anggota

JUMLAH

1

Modal usaha

 Rp. 130.152.880,00

15

Rp        1.952.293.200,00

2

Sarana Pemasaran 

 Rp. 165.000.000,00

 

Rp           165.000.000,00

 

1 unit untuk satu kelompok

JUMLAH TOTAL

Rp       2.117.293.200,00

 

BAB VI

PENUTUP

Dengan Mengucap segala Puji Bagi Alloh SWT , Proposal ini telah berhasil kami susun dengan harapan bahwa kami FKSKW yang berada di Kecamatan Wuryantoro Kabupaten Wonogiri bisa mendapatkan bantuan dana untuk Permodalan dan Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong.

Disamping untuk ikut andil dalam pemenuhan Kebutuhan Daging Sapi nasional juga untuk meningkatkan taraf hidup petani ternak Sapi di Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri

Akhirmya Atas segala perhatiannya kami atas nama Seluruh Petani Ternak Sapi Kecamatan Wuryantoro mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya.

 

Analisis Usaha Toko Alat-alat Listrik dan Elektronik (Grosir dan Pengecer)

Latar Belakang

Latar belakang usaha ini adalah sebagai supplier yang menyediakan alat-alat listrik dan elektronik yang melayani grosiran dan eceran. Dengan konsep dengan harga yang murah tapi dengan kualitas yang bagus.

Karena faktor supply dan demand sangat berpengaruh pada fluktuasi harga, maka di era sekarang ini kita perlu menerapkan sistem penjualan yang lebih efektif sehingga akan berpengaruh terhadap harga jual produk.

Dari latar belakang ini kita akan mencoba menjawab semua tantangan dengan berupaya untuk menciptakan sebuah usaha
 di bidang supplier alat-alat listrik dan elektronik yang mampu memberikan harga murah tetapi kualitas bagus.

Keunikan Produk dan Pelayanan

Menyediakan berbagai macam kebutuhan alat-alat listrik dan elektronik yang berkualitas bagus. Menyediakan pelayanan seperti jasa antar gratis sampai ke rumah konsumen.

Aspek Pemasaran

  • Target Pasar

Target pasar kita adalah mampu mensuplay toko-toko alat-alat listrik dan alat elektronik dan beberapa instalator di lingkungan Kabupaten Sukoharjo.

Untuk penjualan yang agambar-Alat-Alat-Listrikwal, kami mempromosikan kepada tetangga dekat maupun teman-teman yang tinggal di daerah dekat toko. Kami juga akan memasang semacam papan nama yang lumayan besar untuk dipajang di depan toko kami.

  • Persaingan

Di era globalisasi seperti sekarang ini persaingan adalah hal yang wajar dalam usaha, namun kita harus yakin dan siap menghadapi persaingan usaha tersebut.

Rencana Pemasaran

Strategi pemasaran

  • Strategi pemasaran yang kita lakukan adalah dengan memilih tempat usaha harus mudah dilihat, mudah dicapai, mudah dicari. Dan ini berarti harus dekat dengan pembeli. Jangan mencari tempat hanya karena murah, namun juga harus karena strategis. Membuat toko di pinggir jalan adalah keputusan terbaik agar dapat dilihat oleh banyak orang.
  • Sedangkan strategi kedua adalah dengan membuat kartu tanda anggota (member card) sebagai pelanggan di toko kita dan apabila pembelian dengan menunjukkan kartu tersebut akan mendapatkan diskon sebesar 5%.
  • Strategi ketiga adalah dengan menyediakan system pembelian ON LINE sehingga akan mempermudah pembeli dalam melakukan transaksi pembelian tanpa harus datang ke toko langsung, dan kita juga menyediakan pelayanan jasa antar barang ke rumah pembeli/konsumen.

Penetapan Harga

Masalah penetapan harga, kita akan berusaha memberikan harga yang terbaik dengan sistem yang sudah kita rencanakan, yang pasti harga akan lebih murah di banding dengan toko-toko lain yang sejenis.

Promosi

  • Memberikan potongan harga dan jasa pelayanan antar produk gratis ke tempat konsumen/pembeli pada minggu pertama usaha dibuka.
  • Menyebar brosur, pasang iklan di koran dan melalui jejaring sosial seperti face book dan twitter.

Aspek Pertokoan

  • Pengadaan Produk

Untuk pengadaan barang/produk, kami akan menjalin kerjasama dengan pabrikan dan dengan distributor alat-alat listrik dan elektronik dengan berbagai jenis produk dan merk.

  • Distribusi Barang

Untuk distribusi/pengantaran barang, dibutuhkan sarana transportasi berupa mobil pick-up untuk mengantar barang ke konsumen yang berjarak tidak jauh dari lokasi toko, dan untuk yang jauh dari toko, kita akan menggunakan jasa pengiriman barang.

  • Tenaga Kerja
  • Pelayan Toko 3 orang
  • Pengirim Barang 2 orang
  • Bagian keuangan 2 orang
  • Pemasaran On Line 1 orang

Faktor pendukung Usaha

Beberapa faktor pendukung dari usaha ini adalah :

  • Lokasi Usaha

Adalah faktor yang sangat menentukan untuk keberhasilan suatu usaha, untuk itu pemilihan lokasi, kami perlu mendapatkan lokasi yang strategis untuk melakukan display produk sehingga konsumen dengan mudah mencapai lokasi tanpa harus menghadapi beberapa kendala. Selain itu area parkir yang memadai juga sangat berpengaruh terhadap minat konsumen dalam membeli produk kita.

  •  Aspek Kebutuhan Konsumen

Di era sekarang ini kebutuhan akan alat-alat listrik dan elektronik adalah kebutuhan yang tidak bisa terelakan lagi bagi konsumen. Karena alat-alat tersebut merupakan pendukung terhadap kebutuhan lainnya.

  •  Daya Dukung SDM

Pengelolaan dalam usaha ini membutuhkan keahlian dalam menghitung dan melayani pembeli dengan ramah agar banyak mempunyai pelanggan. Selain itu diperlukan kejujuran agar orang-orang dapat percaya pada toko kami. Sumber daya manusia yang handal dan memadai merupakan penunjang bagi usaha ini, untuk itu pemanfaatan SDM dengan menerapkan manajemen yang baik sangat diperlukan dalam mencapai tujuan usaha.

Analisa Kelayakan Usaha

Untuk menjalankan usaha ini tentunya diperlukan analisa kelayakan usaha untuk mengetahui layak tidaknya suatu usaha. Usaha tersebut bisa kita nyatakan layak apabila menguntungkan dari berbagai aspek, misalnya : aspek pasar, ekonomi dan finansial serta aspek teknis, budaya, mentalitas dan yuridis.

  • Aspek Pasar

Dilihat dari segi permintaan pasar, peluang pasar pada usaha ini sangat bagus. Kehidupan yang serba canggih ini jelas menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat dalam mengikuti kemajuan teknologi.

  •  Aspek Ekonomi dan Financial

Analisis kelayakan usaha penting dilakukan guna menghindari kerugian dan untuk pengembangan serta kelangsungan usaha. Minimalnya dalam usaha kecil ini kita menggunakan analisis Break Event Point (BEP) dan Revenue-Cost (R/C) ratio.

  •  Aspek Teknis

Aspek teknis sangat diperlukan terutama teknis pemasaran produk, guna meminimalisir kerugian usaha

Target Pencapaian Keuntungan

Keuntungan yang direncanakan dalam usaha ini adalah 20% s/d 30% dari setiap penjualan produk. Dimana fluktuasi produk terjual direncanakan setiap tahun akan terus bertambah seiring dengan jumlah member yang bergabung dalam usaha ini. Selain keuntungan juga diperoleh dari pendapatan diskon yang diperoleh dari jumlah belanja kita ke distributor dan pabrikan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Anggaran Biaya yang Dibutuhkan

Secara garis besar anggaran yang dibutuhkan dalam usaha toko alat-alat listrik dan elektronik ini adalah sebagai berikut :

 

No

Uraian

Vol

Sat

Harga

Jumlah

1

Pembelian Lahan

500

M2

2.000.000,-

1.000.000.000,-

2

Gedung Pertokoan

 

Ls

925.000.000,-

925.000.000,-

3

Permodalan Awal

 

Ls

2.000.000.000,-

2.000.000.000,-

4

Sarana Transportasi

1

unit

165.000.000,-

165.000.000,-

5

Sarana Pemasaran On Line

1

set

15.000.000,-

15.000.000,-

 

Total

 

 

 

4.105.000.000,-


Penutup

Dengan harapan semoga analisis usaha toko alat-alat listrik dan elektronik ini bermanfaat bagi yang akan memulai usaha.

Proposal
PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MEDIS (KLINIK) DENGAN METODE HERBAL

Abstraksi

Sehat merupakan dambaan setiap insan, namun seringkali kita tidak menyadari betul akan pentingnya kesehatan itu. Asalkan hidup sehat dan makan teratur 3 kali sehari dapat memenuhi kesehatan kita.  Di era yang semakin modern ini kita pun tahu kalau kesehatan sangatlah mahal, karena peralatan kedokteran yang semakin canggih dan juga obatnya yang semakin mahal dan penyakit sering kali makin bertambah mulai dari flu burung, jantung, paru-paru dan komplikasi masih ada lainnya penyakit yang belum ada obatnya. Untuk mengantisipasinya kita bisa menjaga hidup pola sehat dan kembali ke alam. Nah banyak yang dari kita beralih ke pengobatan alternatif dan tradisional karena biaya ke rumah sakit sangat lah mahal. Dan usaha pengobatan sudah mulai memperlihatkan geliatnya. Di sini kita akan memberikan alternative pelayanan kesehatan dan tentunya tidak terlalu banyak merogoh kantong yakni pelayanan kesehatan herbal.

BAB I

PENDAHULUAN

            Dewasa ini kebutuhan masyarakat akan kesehatan telah meningkat sedemikian pesatnya seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan penting dan berharganya sebuah kesehatan mulai dari asuransi kesehatan diri, medical cek up dan perawatan konsultasi kesehatan sampai pemakaian obat multifitamin. Begitu  merebaknya fenomena pengobatan dan cara alternatif yang saat ini telah berkembang dengan pesat. Hal ini membuat masyarakat semakin percaya pengobatan alternatif adalah solusi terbaik bagi mereka, karena dengan pengobatan alternatif resiko akan efek obat-obatan kimia lebih bisa ditekan, dan tentu saja biaya yang harus dikeluarkanpun relatif lebih murah dari pada berobat ke rumah sakit. Demikian hebatnya apresiasi yang diberikan masyarakat akan pengobatan alternatif herbal, semua itu dikarenakan masyarakat kita telah sadar betapa berbahayanya dampak obat-obatan kimia bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu banyak masyarakat kita lebih condong untuk berobat ke pengobatan alternatif herbal yang tentu saja lebih alami dan lebih aman. Bisnis atau usaha dibidang kesehatan adalah sebuah bisnis atau usaha yang saat ini mempunyai prospek yang sangat bagus, dan bahkan kedepannya akan cenderung meningkat tajam. Seorang pakar ekonomi dunia bernama Paul Zane Pilzer bahkan memperkirakan, bisnis atau usaha dan industri dibidang kesehatan merupakan bisnis masa depan, disamping internet, pendidikan, industri entertainment dan hiburan. Dia memprediksikan bahwa bisnis kesehatan, yang disebutnya sebagai “WELLNESS INDUSTRY” adalah “THE NEXT BIG THING” atau suatu hal besar berikutnya di masa-masa yang akan datang. Berdasarkan prediksinya pula, maka bisnis dibidang kesehatan merupakan BISNIS MASA DEPAN. Maka dari itulah, kami menawarkan sebuah peluang usaha dibidang kesehatan, yaitu usah pusat pelayanan kesehatan medis dengan metode herbal.

           Konsep yang kami tawarkan nanti adalah sebuah rumah terapi yang di dalamnya mempunyai fasilitas yang di antaranya :

  • Layanan Konsultasi (seputar keluhan pasien )
  • Layanan Terapi ( di tempat/dipanggil )
  • Labaratorium Herbal ( menjual segala macam ramuan yang dibutuhkan pasien )
  • Paket Terapi ( memberikan pelayanan terapi mingguan, catatan kesehatan/perkembangan kesehatan pasien )
  • Ruang medis dan rawat inap bagi pasien

Lima poin di atas adalah yang nantinya akan menjadi fasilitas unggulan kami, disamping tenaga ahli di bidang terapi refleksi dan pengobatan herbal yang akan menangani secara langsung pasien yang kronis maupun yang tidak kronis.

Untuk mendukung berjalannya usaha ini ke depan, tidak menutup kemungkinan kami akan juga menjalin kerja sama dengan perusahaan penjual obat-obatan herbal sekitar, apotek dan rumah sakit daerah maupun pusat. Kami memakai langkah tersebut karena mengingat kita belum punya produk sendiri yang berkaitan dengan obat-obatan. Semua itu hanya sekedar untuk memenuhi permintaan pasien yang kadang-kadang minta obat jadi yang berbentuk kapsul maupun serbuk, dan demi melayani pasien supaya tidak kecewa, alangkah baiknya kalau kita juga menjual obat-obat yang mereka butuhkan.

BAB II

PENJELASAN

Sehubungan dengan penjelasan di atas, kami akan mencoba menguraikan segala sesuatu yang nantinya ada kaitannya dengan usaha kami ini.

  1. Ruang medis dan rawat inap bertujuan supaya pasien yng menderita kronis bisa mendapat pelayanan yang maksimal dengan metode herbal yang kami terapkan selain itu diruangan ini dilengkapi dengan sarana kantor yang mendata dan sebagai tempat pendaftaran pasien sebelum masuk ke pusat pelayanan kesehatan herbal selanjutnya dan menikmati berbagai fasilitas yang kami berikan
  2. Layanan konsultasi adalah memberikan layanan kepada pasien sebelum pasien diterapi, di sini pasien akan diperiksa tensi, gula darah, asam urat, dan deteksi penyakit yang diderita pasien. Setelah pasien mendapatkan hasil pemeriksaan, selanjutnya pasien dipersilahkan ke ruang terapi untuk mendapatkan terapi lanjutan.
  3. Mengenai alat-alat yang nantinya digunakan untuk kebutuhan di dalam klinik, kami menggunakan beberapa alat yang nantinya bisa mendukung proses berjalannya praktek terapi, semua itu agar  masyarakat merasa puas dengan pelayanan kita, karena alat-alat yang kita gunakan adalah alat-alat medis seperti layaknya di rumah sakit, dan hal tersebut bisa merangsang pasien menjadi lebih percaya untuk berobat ke tempat kita.
  4. Rencana kedepan kami juga ingin membuat cafe dan laboratorium herbal yang nantinya akan jadi satu, jadi pasien yang antri tidak jenuh dan tetap bisa jajan yang sehat, karena sebelum membeli minuman/makanan, pasien akan ditanya dulu sejarah kesehatannya dan akan disesuaikan dengan menunya agar aman untuk dikonsumsi pasien secara alami.
  5. Dengan menggunakan sistem paket terapi, layanan ini maksudnya adalah pasien akan mendapatkan pelayanan secara intensive. Pasien akan memilih waktu dan tempat di mana si pasien harus diterapi. Paket terapi ini habis setiap satu bulan sekali, dan setiap minggunya pasien mendapatkan 2x terapi. Tidak hanya itu, pasien setiap terapi mendapatkan ramuan obat gratis dan laporan perkembangan kesehatan si pasien dari terapi.

Demikian lima poin yang dapat kami jabarkan, semoga bisa dimengerti dan bisa dijadikan pertimbangan untuk kedepannya.

BAB III

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

Lahan 1 Hektare yang meliputi 8 bangunan fisik

  1. Kantor/ Administrasi
  2. Ruang tindakan/ penanganan
  3. Balai laboratorium
  4. Apotik
  5. Taman sebagai tempat terapi
  6. Mushola
  7. Parkir
  8. Gudang

Plafon anggaran yang nantinya kami butuhkan adalah :

Untuk pembelian alat-alat terapi & alat kantor

Acupoint / alat diagnosa           
Stetoskop    1 bh : Rp. 2.000.000,-
Alat ukur tensi      1 bh : Rp. 1.000.000,-
Alat ukur gula darah    1 bh : Rp. 1.000.000,-
Alat ukur berat badan    1 bh : Rp. 1.000.000,-
Tempat tidur terapi  20 unit : Rp. 1.800.000,-
Meja   5 bh : Rp. 1.500.000,-
Kursi     5 bh : Rp. 1.500.000,-
Alat mesin Spa penguap  10 unit : Rp.  2.500.000,-
Mobil operasiona  3 unit : Rp. 500.000.000,-
Genset  1 unit : Rp. 12.000.000,-
Komputer  5 unit : Rp. 20.000.000,-
           
Tata ruang             
Gorden putih  2        
Triplek       : Rp. 8.000.000,-
Lampu inframerah      : Rp. 2.000.000,-
Kayu usuk          : Rp. 2.000.000,-
Etalase ukuran 2×1 m     : Rp. 3.000.000,-
Tukang kayu      : Rp. 2.000.000,-
           
Bahan ramuan/obat          
Minyak aroma terapi          
Herbal       : Rp. 100.000.000,-
Minyak GPU     : Rp.    10.000.000,- 
Jumlah total     : Rp. 671.300.000,-

 

 

BAB IV

ILUSTRASI PERHITUNGAN USAHA

1. Modal   Rp. 531.200.000 ,
2. Pendapatan      
 
  • Konsultasi pada kondisi minimum, Rp. 200.000,-/hari dan omset 1 bulan : 200.000,- X 30 hari
: Rp. 6.000.000,-
 
  • Ramuan obat untuk 1 minggu pada kondisi minimum, 1.000.000,-/hari. Omset 1 bulan : 1.000.000,-X 30 hari
: Rp. 30.000.000.-
 
  • Minuman terapi pada kondisi minimum, Rp 50.000,-/hari. Omset 1 bulan : 50.000,- X 30
: Rp. 1.500.000,-
 

Catatan :

  • Jumlah target minimum dalam 1 hari adalah 10 orang setelah ( 3 bulan masa marketing)
  • Konsultasi per kali datang Rp. 20.000,-
  • Obat ramu untuk 1 minggu Rp. 100.000,-
  • Minuman terapi perkali datang Rp. 5000,-
      
3.  Biaya operasional          
   Gaji pegawai         
  Helper    : Rp. 1.500.000,-
  Resepsionis  : Rp. 1.500.000,-
  Tenaga terapist : Rp. 1.800.000,-
  Listrik     : Rp. 200.000,-
  Telp/pulsa    : Rp.  200.000,-
  Transportasi : Rp. 1.300.000,-
  Lain-lain : Rp. 500.000,-
  Total biaya operasional   Rp. 7.000.000,-
  Keuntungan bersih : Rp. 37.500.000,- -Rp.7.000.000,- : Rp. 30.500.000,-

Perhitungan bagi hasil    : Perusahaan 40%, OAR 30%, Investor 30 %

Pengembalian modal      : Rp. 9.150.000,- ( 6 bulan mulai berjalannya target modal sudah bisa kembali,  jadi total waktu yang dibutuhkan dalam pengembalian modal adalah 5 bulan / 3 bulan marketing + 2 bulan mulai berjalannya target ). Berarti 9.150.000,-x2 dikurangi,-531.200.000 (modal)  = sisa sebesar 512.000.000,-

Catatan :

Semua hal yang ada kaitannya dengan pusat pelayanan kesehatan adalah menjadi urusan / tanggung jawab manajemen OAR, termasuk gaji karyawan.

BAB  V

PENUTUP

Demikian yang dapat  kami sampaikan, semoga bisa dimengerti dan bisa digunakan sebagai  bahan pertimbangan. Besar harapan kami untuk bisa segera mewujudkan apa yang menjadi impian kami selama ini. Semoga apa yang kita berikan hari ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita dan semua orang, Amin.

Sekian dan terimakasih.

Analisa dan Perancangan Pabrik Bentonite dan Estimasi Biaya Yang dibutuhkan

Sebelum melakukan perancangan pabrik ada beberapa aspek yang harus di perhatikan, hal ini berhubungan dengan analisis untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengaplikasikan berbagai aspek-aspek dalam merancang suatu pabrik, sehingga kelak suatu pabrik dapat berjalan dengan semestinya, dapat mengendalikan profitabilitas dan investasi, serta dapat memuaskan kebutuhan customer. Aspek – aspek tersebut diantaranya :

  1. Aspek pasar/pemasaran
  2. Aspek teknis dan teknologi
  3. Aspek SDM
  4. Aspek manajemen
  5. Aspek lingkungan

Kelimanya merupakan aspek – aspek yang perlu di perhatikan dalam merancang sebuah pabrik dimana harus sesuai dengan aspek yang ada sehingga dapat meningkatkan produktifitas sebuah pabrik dan mempermudah dalam mengatur tata letak pabrik. 

Berikut langkah – langkah dalam perancangan pabrik diantaranya :

  • RISET PASAR DAN PERAMALAN PENJUALAN/KEBUTUHAN
  • KEBIJAKSANAAN MANAJEMEN (MANAGEMENT POLICIES)
  • RANCANGAN PRODUK
  • PERANCANGAN PROSES DAN KEGIATAN PRODUKSI/OPERASIONAL
  • PERANCANGAN LOKASI & TATA LETAK FASILITAS PABRIK (PLANT LOCATION & LAYOUT)
  • ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA
  • PENGADAAN DANA FINANSIAL
  • REALISASI PROYEK
  • PROSES MANUFACTURING
  • DISTRIBUSI OUTPUT

Tata letak pabrik/fasilitas merupakan aspek penting dalam perancangan pabrik. Dimana dalam tata letak pabrik lebih fokus pada pengaturan unsur-unsur fisik. Unsur-unsur fisik yang dimaksud dapat berupa mesin, peralatan, meja, bangunan dan sebagainya. Aturan atau logika pengaturan dapat berupa ketetapan fungsi tujuan misalnya saja total jarak atau total biaya perpindahan bahan. Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:

  1. Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.
  2. Aliran informasi, baranggambar pabrik bentonit, atau orang yang lebih baik.
  3. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.
  4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.
  5. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut akan perlu diubah).

Tujuan dari Perencanaan tata letak pabrik itu sendiri yaitu :

  • Meminimasi backtracking (aliran bolak-balik)
  • Meminimasi penundaan pekerjaan atas material
  • Meminimasi penanganan material
  • Mempertahankan/meningkatkan fleksibilitas baik dari segi variasi rancangan produk maupun jumlah yang dapat diproduksi.
  • Memberikan kemudahan perawatan fasilitas dan kebersihan.

Ada berbagai jenis tata letak secara umum di antaranya :

  1. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Aliran Produksi
  2. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Lokasi Material Tetap
  3. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Kelompok Produk
  4. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Fungsi atau Macam Proses

Ke empat jenis tata letak tersebut dapat di aplikasikan dalam desain tata letak sehingga akan mempermudah proses perancangan tata letak.

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI

Tujuan utama perusahaan (bisnis) adalah membuat suatu produk/jas dengan biaya serendah-rendahnya,  dan menjual dengan harga wajar.

Manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya (factor produksi), seperti tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan lain-lain.

KRITERIA UNTUK KEPUTUSAN OPERASI

Biaya

  • sasaran baru penting dalam operasi
  • biaya sama dengan efisiensi
  • biaya harus di identifikasi dan dipertimbangkan
  • biaya yang tidak berpengaruh dapat diabaikan

Kualitas

  • Kualitas produk yang dihasilkan
  • Sebaiknya kualitas dipengaruhi oleh serangkaian operasi yaitu tentang produk, proses dan tenaga kerja

Depend ability

  • Sebagai suatu sasaran menyangkut dapat diandalkannya suplay barang

Fleksibility

  • Menyangkut kemampuan operasi-operasi untuk membuat perubahan-perubahan dalam desain produk/dalam kapasitas produksi.

PENENTUAN LOKASI FASILITAS PRODUKSI

Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih lokasi :

Lingkungan masyarakat

  • Kesediaan masyarakat untuk menerima segala konsekuensi (positif dan negative)

Kedekatan dengan pasar

  • Akan mengurangi biaya distribusi

Tenaga Kerja

  • Lokasi pabrik harus cukup tersedianya tenaga kerja (75% tenaga kerja lokal)
  • Kedekatan dengan bahan baku/mentah dan supplier

Fasilitas dan biaya transportasi

  • Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat, laut dan udara

SDA lainnya

  • Misal : Air harus memadai

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN MANUFAKTUR  (PABRIK)

Karakteristik Perusahaan Manufaktur (Pabrik)

Perusahaan manufaktur (manufacturing firm) adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi kemudian menjual barang jadi tersebut. Kegiatan khusus dalam perusahaan manufaktur adalah pengolahan bahan baku menjadi barang jadi. Kegiatan ini sering disebut proses produksi.

Masalah Khusus Perusahaan Manufaktur (Pabrik)

Dibandingkan dengan perusahaan dagang, masalah khusus dalam akuntansi perusahaan manufaktur adalah persediaan, biaya pabrikasi (manufacturing costs), biaya produksi dan beban pokok produksi.

Persediaan (Inventory)

Berdasarkan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari tiga macam, yakni:

  • Proses terdiri dari biaya bahan baku dan biaya-biaya manufaktur lain yang telah terjadi untuk memproduksi barang yang belum selesai.
  • Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
  • Persediaan barang jadi terdiri dari total biaya pabrik untuk barang-barang yang telah selesai diproduksi, tetapi belum dijual.

Komponen-komponen Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)

Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur (pabrik) selama suatu periode disebut biaya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini digunakan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-barang yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan menjadi:

  • Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat dengan mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi.
  • Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang menangani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung dengan barang jadi.
  • Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku dan tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan.

Contoh biaya overhead pabrik adalah:

  • bahan pembantu (kadang-kadang disebut: bahan tidak langsung (indirect materials) misalnya perlengkapan pabrik
  • tenaga kerja tidak langsung (indirect labor) yaitu tenaga kerja yang pekerjaannya tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan barang yang dihasilkan, misalnya gaji mandor;
  • pemeliharaan dan perbaikan (maintenance and repair);
  • listrik, air telepon dan lain lain.

Biaya Produksi (Production Cost) dan Biaya Periode (Period Cost)

  • Biaya produksi (production cost) adalah biaya yang dibebankan dalam proses produksi selama suatu periode. Biaya ini terdiri dari persediaan barang dalam proses awal ditambah biaya pabrikasi (manufacturing cost), kemudian dikurangi dengan persediaan barang dalam proses akhir. Biaya pabrikasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan proses produksi. Tiga komponen biaya yang terdapat dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead.
  • Biaya periode (period cost), yaitu biaya nonpabrikasi yang dikeluarkan atau terjadi selama periode berjalan dalam rangka operasional perusahaan. Biaya ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni beban penjualan atau pemasaran dan beban-beban administratif. Klasifikasi biaya yang berbeda-beda ini dilakukan agar dapat mengukur kinerja atau prestasi masing-masing bagian secara lebih fair. Oleh karena itulah kita harus dapat mengklasifikasikan setiap beban ke dalam kelompok biaya yang tepat karena berdasarkan laporan tersebut kinerja suatu bagian/seseorang akan diukur.

Beban pokok produksi (Cost of Goods Manufactured)

Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut beban pokok produksi barang selesai (cost of goods manufactured) atau disingkat dengan beban pokok produksi. Harga pokok ini terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Beban pokok produksi selama suatu periode dilaporkan dalam laporan harga produksi (cost of goods manufactured statement).

ESTIMASI PERHITUNGAN HPP DAN BIAYA YANG DIBUTUHKAN PABRIK BENTONITE

ESTIMASI PERHITUNGAN HPP

Biaya Produksi :          
– Bahan baku ; Rp. 150      
–  Transfortasi : Rp. 400      
–  Gaji Karyawan : Rp. 200      
–  Listrik dan Air : Rp. 125      
–  Penyusutan Mesin : Rp. 50      
–  Penyusutan Gedung : Rp. 75      
–  Lain-lain : Rp. 100      
Total Biaya Produksi       : Rp.  1.100,-/kg
Biaya Teknologi       : Rp. 1.100,-/kg
Total HPP       : Rp. 2.200,-/kg
Profit   = Rp 2.900,- Rp 2.200,- : Rp. 700,-/kg

 

 ESTIMASI PENCAPAIAN TARGET

Jumlah Quota     : 100.000.000 kg
100.000.000 kg / 5 tahun : 20.000.000 kg
20.000.000 kg / 12 bulan   : 1.666.666 kg
1.666.666 kg / 30 hari   : 55.555 kg (di bulatkan : 56 ton/hari)
– Target per hari dengan mesin R 5 : 7 ton / jam x 8 jam kerja : 56 ton
– Target per bulan : 56 ton x 30 hari : 1.680 ton
– Pencapaian target : n X 60 bulan : 100.800 ton

PERHITUNGAN MODAL KERJA YANG DIPERLUKAN

– Pembangunan pabrik   : Rp. 3.400.000.000,-
– Pembelian mesin : Rp. 1.000.000.000,-
– Instalasi Listrik     : Rp. 24.000.000,-
– Kebutuhan Armada   : Rp. 150.000.000,-
– Kebutuhan Distribusi   : Rp. 426.000.000,-
Total modal yang dibutuhkan produksi dan distribusi  : Rp. 5.000.000.000,-
Pembiayaan produksi selama 3 bulan ( invoice )  : Rp. 1.500,- x 56 ton x 90 hari : Rp. 7.560.000.000,-

Total investasi yang di butuhkan

(Total kebutuhan produksi dan distribusi + pembiayaan produksi selama 3 bulan) ; Rp. 5.000.000.000,- + Rp. 7.560.000.000,-

: Rp. 12.560.000.000,-

 

RENCANA ANGGARAN BIAYA

PENGADAAN KEBUTUHAN OPERASIONAL DISTRIBUSI

NO RINCIAN ANGGARAN QTY SATUAN HARGA SAT JUMLAH TOTAL
I KEBUTUHAN KANTOR          
1 Sewa tempat untuk kantor 2 tahun 1 unit Rp    30,000,000,- Rp    60,000,000,-  
2 Sewa tempat untuk mess karyawan 2 tahun 1 unit Rp    20,000,000,- Rp    40,000,000,-  
3 Komputer , Laptop dan  1 Printer 2 Set Rp     8,000,000,- Rp    16,000,000,-  
4 Faks,Pesawat Telp,Biaya Pemasangan 1 Set Rp     3,000,000,- Rp      3,000,000,-  
5 Alat- alat Kantor (ATK)  dan Alat – Alat kebersihan   Ls Rp      2,500,000,- Rp      2,500,000,-  
6 Mebel, Kursi dan Meja kantor   Ls Rp    10,000,000,- Rp    10,000,000,-  
7 Mebel untuk mess karyawan   Ls Rp    10,000,000,- Rp    10,000,000,-  
8 Peralatan Dapur kantor dan mess   Ls Rp      4,000,000,- Rp      4,000,000,-  
  Jumlah         Rp. 145,500,000,-
II KEBUTUHAN TRANSPORTASI          
1 Mobil untuk pimpinan 1 unit Rp  150,000,000,- Rp   150,000,000,-  
3 Mobil operasional kantor 1 unit Rp    75,000,000,- Rp     75,000,000,-  
4 Sepeda Motor 3 unit Rp    18,500,000,- Rp     55,500,000,-  
  Jumlah         Rp 280,500,000,-
III TOTAL         Rp 426,000,000,-

Proposal Usaha
Pengembangan Budidaya Ulat Sutera
Pemakan Daun Singkong

Latar Belakang

Persuteraan di Indonesia merupakan kegiatan agroindustri yang meliputi : pengadaan kokon, industri benang sutera, industri tenun kain sutera dan produk lainnya. Dalam dunia persuteraan dikenal dua macam serangga penghasil sutera ulat sutera murbei dan ulat sutera non murbei atau ulat sutera liar. Salah satu jenis ulat sutera liar adalah Samia Cynthia Ricini, mulai dikembangkan di China sekitar tahun 50-an dan dari hasil penelitian diketahui kwalitasnya sama dengan sutera murbei (Gusa et.al, 2001).

Secara Nasional produksi serat sutera alam dari Indonesia dewasa ini hanya sekitar 0,1% dari kebutuhan benang sutera dunia yang mencapai 118 ribu ton pada tahun 2008. Indonesia kekurangan benang sutera alam yaitu sebesar 96% dari kebutuhan nasional yang berkisar 900 ton per tahun. Di bidang usaha budidaya ulat sutera produksi kokon nasional rata-rata per tahun sebesar 250 ton sedangkan kebutuhan kokon nasional sebanyak 8.750 ton per tahun (Dirjen IKM, Kemenperindag).

Temuan dari Tim Peneliti Balitbang Provinsi Jawa Tengah (2011) menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku benang sutera oleh industri penenun sampai saat ini sebanyak 4.828 kg/tahun dan kebutuhan kain sebanyak 6.345 meter/tahun, sedangkan ketersediaan benang sutera sebanyak 4.035,20 kg/tahun sehingga mencukupi kebutuhan benang dan kain sutera harus mendatangkan dari luar daerah maupun Negara lain.

Dewasa ini, terjadi kelesuan industry sutera di Jawa Tengah yang disebabkan oleh lemahnya posisi tawar di tingkat petani yang disebabkan oleh harga kokon yang terlalu rendah sehingga budidaya ulat sutera tidak menguntungkan petani. Permasalahan yang mendasar yang dihadapi industry sutera di Jawa Tengah antara lain adalah belum adanya informasi ketersediaan dan kebutuhan bahan baku benang sutera bagi industri tekstil sutera dan belum adanya model system distribusi yang efisien dan efektif dalam pemenuhan kebutuhan benang sutera bagi industri tekstil. Guna mendorong potensi ekspor sutera alam, sudah saatnya sektor usaha kecil di tingkat petani dikembangkan melalui program agar menjadi petani yang handal.

Identifikasi Usaha

  Nama Usaha : Budi Daya Ulat Sutera “SAMIA JAYA”
  Pemilik Usaha : Ir. Ketut Tukiman
  Alamat Usaha : Dsn. Pengkol RT 01/02, Pokoh Kidul Wonogiri
      Jawa Tengan
  Nomor Telepone : 082134683365

Tujuan

  1. Meningkatkan skala ekonomi dan penciptaan lapangan kerja
  2. Mengembangkan usaha ulat sutera yang berkelanjutan

Perhitungan Keuntungan Budidaya Ulat Sutera Pemakan Daun Singkong

Biaya Pemeliharaan/Budidaya Ulat Sutera

  1. Biaya Investasi yaitu biaya yang merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan dalam pemeliharaan ulat sutera yang antara lain :
  • Tempat pemeliharaan/budi daya ulat sutera, (biaya pembuatan rak) ukuran lebar 60 cm x panjang 200 cm dan tinggi 220 cm serta dibuat 5 (lima) sab, sebesar 3.500.000,- per rak
  • Tempat Pengokonan sebesar Rp. 300.000,-
  • Peralatan (nampan, thermometer, hygrmometer, timbangan digital, pisau, gunting) sebesar Rp. 550.000,-
  • Biaya Produksi (pembelian bibit ulat sutera, pakan daun singkong, disinfektan, tawas dan kertas) sebesar Rp. 600.000,-
  • Biaya Tenaga Kerja standar UMR sebesar Rp 750.000,- per bulan dengan hitungan tenaga paruh waktu.

Rekapitulasi biaya pemeliharaan untuk pemeliharaan 3 (tiga) box (10.000 butir telur) :

No Keterangan Jumlah Biaya Jenis Biaya
Tetap Variabel
1 Tempat Pemeliharaan 3.500.000 3.500.000  
2 Alat pengokonan 300.000 300.000  
3 Peralatan 550.000 550.000  
4 Biaya Produksi 600.000   600.000
5 Biaya Tenaga Kerja 750.000 750.000  
Total 5.700.000 5.100.000 600.000

Dengan tempat pemeliharaan dan alat pengokonan memiliki masa manfaat ekonomis selama 2 tahun, peralatan memiliki masa manfaat selama 1 tahun dan tenaga kerja bekerja paruh waktu maka biaya pemeliharaan yang dibebankan selama 1 tahun (10 kali panen) :

No Keterangan Jumlah Biaya Jenis Biaya
Tetap Variabel
1 Tempat Pemeliharaan 1.750.000 1.750.000  
2 Alat pengokonan 150.000 150.000  
3 Peralatan 550.000 550.000  
4 Biaya Produksi 6.000.000   6.000.000
5 Biaya Tenaga Kerja 7.500.000 7.500.000  
Total 15.950.000 9.950.000 6.000.000

Pendapatan Budidaya Ulat Sutera pemakan daun singkong adalah berupa hasil penjualan kokon yang dihasilkan. Dengan periode pemeliharaan selama 1 tahun /10 bulan dan masa produksi 28 hari sekali panen akan dihasilkan 75 kg kokon basah dan 30 kg kokon kering kosong sekali panen (rendemen kokon basah adalah 40% kokon kering).

Harga jual kokon yang diterima peternak adalah Rp. 130.000,- /kg untuk kokon kering sehingga hasil penjualan dlam 1 tahun (10 kali panen) adalah Rp. 39.000.000,-.

Perhitungan keuntungan usaha untuk pemeliharaan 30.000 telur ulat sutera daun singkong ini di ilustrasikan sebagai berikut :

Perhitungan Keuntungan Usaha :

Periode 1 tahun (10 kali panen)            
1. Bibit : 30 box  @ 10.000 butir telur            
2. Hasil penjualan kokon            
Panen 1 tahun ( 10 bulan )  : 300 kg kokon kering            
Harga kokon kering    : Rp. 130.000,-/ kg            
Total Penjualan kokon kering 300 kg x @ 130.000,-           Rp. 39.000.000,-
Biaya Operasional            
Biaya Tetap :            
1. Tempat pemeliharaan     Rp. 1.750.000,-    
2. Alat pengokonan     Rp. 150.000,-    
3. Peralatan     Rp. 550.000,-    
4. Tenaga Kerja     Rp. 7.500.000,-    
Jumlah           Rp. 9.950.000,-
Biaya Tidak Tetap            
–  Biaya Produksi      Rp 6.000.000,-    
Jumlah Rp. 6.000.000,-
Total Biaya Rp. 15.950.000,-
Keuntungan Usaha Rp. 23.050.000,-

Penutup        

Demikian proposal ini disampaikan dengan harapan mendapatkan respon positif sebagai upaya memberikan kontribusi  dalam proses transformasi pembangunan daerah melalui sector ekonomi rakyat yang produktif.

Proposal Pengembangan Usaha Sembako

Latar Belakang

Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dari situ. Selain bisa menjadi bos dari diri sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel juga potensi penghasilan yang bisa lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita.

Adapun bidang usaha yang akan kami kembangkan adalah usaha sembako, dengan alasan kebutuhan pokok masyarakat ini tidak pernah habis. Terutama Ibu Rumah Tangga yang sedari dulu sudah sangat sadar perlunya kebutuhan tersebut.

Warung Sembako

Warung Sembako

Identifikasi Usaha

  Nama Usaha : Toko Yuli
  Pemilik Usaha : Yulianti
  Alamat Usaha : Kios Dalam Pasar Arjawinangun,  Pacitan
      Jawa Timur
  Nomor Telepone : 087836563177

Tujuan Usaha

1. Menjadi SDM yang berkualitas
2. Mendapatkan keuntungan

Struktur Organisasi

Untuk pengelolaan usaha ini, semua dilakukan berdua dengan suami saya.

Modal awal

Untuk membeli membeli kios di pasar ukuran 2 x 3 m Rp. 80.000.000,-
Untuk membeli perlengakapan Rp.  8.500.000,-
Total untuk membeli produk sembako   Rp. 50.000.000,-
Total modal awal     Rp. 138.500.000,-

Produk yang di jual per hari dan harga produk

No Nama Produk QTY Satuan Harga Satuan Jumlah
1 Beras 50 kg 10.000 500.000
2 Minyak Kemasan 24 kg 15.000 360.000
3 Minyak Curah 50 kg 10.000 500.000
4 Terigu 25 kg 7.000 175.000
5 Kanji 25 kg 9.000 225.000
6 Gula Pasir 50 kg 12.500 625.000
7 Tepung Beras 20 kg 15.000 130.000
8 Ketan 25 kg 17.000 425.000
9 Mie 3 karton 80.000 240.000
10 Lain-lain   ls   300.000
  Jumlah Total       3.480.000

Keuntungan Usaha

Keuntungan usaha sembako yang kami kelola selama ini adalah 10 % dari harga pembelian produk.

Pemasaran

Wilayah yang kami jadikan target usaha yaitu di sekitar Pacitan.

Rencana Anggaran Untuk Pengembangan Usaha

1. Pembelian 1 Kios untuk Jualan : 100.000.000
2. Pembelian 2 Kios untuk Gudang @ Rp. 100.000.000 : 200.000.000
3. Pembelian 4 buah Etalase @ Rp. 2.500.000 : 10.000.000
4. Pembelian 2 Unit Rolling Door @ Rp. 3.500.000 : 7.000.000
5. Pembelian Timbangan Kodok 3 buah @ Rp. 350.000 : 10.050.000
6. Pembelian Kotak uk. 30×50 cm = 10 buah @ Rp. 20.000 : 200.000
7. Pembelian Kalkulator Casio : 150.000
8. Pembelian Kendaraan Operasional (L 300 second) : 80.000.000
9. Permodalan     
  a. Beras : 50.000.000
  b. Minyak : 32.500.000
  c. Terigu : 14.500.000
  d. Kanji : 12.000.000
  e. Gula. : 20.800.000
  f. Tepung Beras : 14.000.000
  g. Ketan : 13.500.000
  h. Mie : 15.000.000
  i. Lain-lain : 40.000.000
  Total Anggaran Yang dibutuhkan : 619.700.000

Penutup
Usaha warung sembako kami merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena akan menghasilkan omset yang tinggi. Namun wirausaha harus mempunyai kecakapan dalam menganalisa sehingga dapat mengembangkan usaha dengan baik dan lancar, tidak menimbulkan kegagalan produksi ditengah jalan maka seorang wirausaha harus merencanakan usaha semaksimal mungkin agar usaha berkembang dengan cepat. Dan juga kami akan terus melakukan inovasi agar konsumen terus berlangganan kepada kami.

PROPOSAL
PENGEMBANGAN INDUSTRI KARAK
DESA MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

Download (TIFF, Unknown)

Pendahuluan

Di Kecamatan Mojolaban memiliki industri karak yang cukup terkenal, karak adalah makanan tradisional sebagai lauk atau bisa disebut kerupuk yang terbuat dari nasi atau beras. Desa penghasil dan penduduknya penjual karak antara lain desa Gadingan. Di desa Gadingan merupakan desa pusat industri kecil karak turun temurun dan berdiri sejak 1915. Jumlah pengusaha kecil karak di desa Gadingan ini ada sekitar kurang lebih 50 pengusaha kecil karak. Para pedagang karak dari desa ini setiap harinya berkeliling Solo Raya dengan mengendarai sepeda motor maupun onthel dengan memboncengkan bronjong yang  berisikan karak yang disusun meninggi dan dibungkus dengan plastik.

Proses pembuatan karak antara lain, mula-mula bahan karak yaitu beras yang dimasak menjadi nasi kemudian dicampur dengan obat gendar dan dicetak menjadi panjang atau bentuk persegi yang disebut ngetal karak. Kemudian adonan nasi yang sudah memadat ini atau disebut gendar di iris tipis-tipis sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan, kemudian lembaran-lembaran gendar ini disusun dan ditata diatas anyaman kayu yang disebut anjang anjang dengan rapi, proses ini disebut njereng. Setelah di jereng kemudian gendar di jemur hingga kering. Kemudian di goreng dengan wajan/katel yang besar.

Para pekerja pembuat karak menerima upah atau gaji bermacam-macam. Orang yang tugasnya menjereng karak di gaji dengan menghitung berapa jumlah anjang anjang yang telah di jereng, kalau pesanan karak banyak atau meningkat biasanya penjereng karak akan bertambah. Orang yang tugasnya mengiris gendar biasanya di gaji dengan menghitung jumlah gendar yang di iris. Biasanya pemilik usaha hanya menggoreng karak bahkan ada yang tidak ikut dalam proses produksi. Tetapi sekarang banyak juga pengusaha atau perajin karak yang menggaji karyawannya dengan upah harian atau bulanan.

Karak-karak ini kemudian dikulak atau dibeli oleh penjual karak, kemudian para penjual karak memasarkannya dengan cara berkeliling dari rumah-ke rumah. Karak menjadi lauk favorit bagi warga Mojolaban, jika menghidangkan makanan yang bersayur pasti selalu disertai dengan karak, dan jika tidak ada karaknya maka makan seperti kurang lengkap rasanya.

Maksud dan Tujuan

  1. Meningkatkan pendapatan ekonomi kelompok dan masyarakat
  2. Berkembangnya sifat gotong royong kelompok dalam masyarakat yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan
  3. Memberikan kontribusi nyata sebagai penggerak ekonomi masyarakat dengan harapan mendapat pembinaan secara terintegrasi dan berkesinambungan.
  4. Dapat menikmati hasil karya sendiri
  5. Sebagai pemberdayaan masyarakat yang mandiri dan produktif

Masalah Yang Di hadapi

  1. Permodalan yang belum mampu untuk menunjang usaha tersebut
  2. Peralatan yang digunakan masih manual sehingga hasilnya kurang maksimal
  3. Termasuk daerah rawan banjir
  4. Rumah dan tempat usaha masih bersatu
  5. Lahan untuk penjemuran kurang luas

Jenis Kebutuhan yang di Usulkan

No Uraian Banyak Satuan Harga Satuan Jumlah
1. Peralatan :        
  a.    Mesin Produksi 1 unit 15.000.000 15.000.000
  b.    Widig/Anjang anjang 2.000 bh 1.500 3.000.000
  c.    Alat sample/Etalase 1 unit 2.000.000 2.000.000
  d.    Wajan/Katel 4 bh 1.000.000 4.000.000
  e.    Blek/kemasan 2.000 bh 40.000 80.000.000
2. Kendaraan Operasional (roda 2) 4 unit 20.000.000 80.000.000
           
Jumlah yang dibutuhkan per pengusaha kecil 184.000.000
Total yang dibutuhkan untuk 50 pengusaha kecil (50 x 184.000.000) 9.200.000.000
           
3. Gedung Pusat Pemasaran Karak   Ls   4.500.000.000
           
Total Biaya Yang dibutuhkan 13.700.000.000

Penutup

Demikian proposal permohonan bantuan ini kami sampaikan, harapan kami semoga dapat dijadikan pertimbangan dan mendapatkan perhatian untuk dikabulkannya permohonan ini.